FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSALINAN
1. Passage
1. Passage
Ini
mengacu pada kemampuan panggul dan jalan lahir dalam memungkinkan janin turun;
factor-faktor tersebut meliputi:
a.
Tipe panggul (ginekoid, android, antopoid, atai
platipeloid)
b.
Struktur panggul (misalnya, panggul sejati versus
panggul palsu)
c.
Diameter pintu atas panggul
d.
Diameter pintu bawah panggul
e.
Kemampuan segmen uterus berdistensi, kemampuan
serviks untuk berdilatasi, dan saluran vagina introitus vagina berdistensi.
Tipe
Panggul
Panggul
wanita dan bidang-bidang pada satu panggul sedemikian besar variasinya sehingga
klasifikasi yang mutlak tidaklah mungkin. Sebuah panggul yang mempunyai tipe
wanita pada salah satu bidangnya mungkin mempunyai type pria pada bidang yang
lain. Banyak panggul yang bidang-bidangnya tidak sesuai dengan satu type pokok
sehingga mempunyai bentuk campuran.
Klasifikasi
panggul didasarkan pada PAP-nya, dengan keterangan tambahan mengenai cirri yang
tidak sesuai. Misalnya, sebuah panggul dapat disebut mempunyai tipe wanita
dengan bentuk laki-laki pada PBP-nya.
Klasikasi
panggul (Caldwell dan Molloy)
PINTU ATAS PANGGUL
|
||||
Gynecoid
|
Android
|
Anthropoid
|
Platypelloid
|
|
Jenis kelamin
|
Wanita normal
|
Pria
|
Seperti kera
|
Wanita pendek
|
Insidensi
|
50 persen
|
20 persen
|
25 persen
|
5 persen
|
Bentuk
|
Bulat atau oval
melintang; diameter transversa sedikit lebih panjang dari anteroposterior
|
Jantung atau baji
|
Anteroposterior oval
memanjang
|
Oval melintang
|
Diameter
anteroposterior
|
Adekuat
|
Adekuat
|
Panjang
|
Pendek
|
Diameter transversa
|
Adekuat
|
Adekuat
|
Adekuat, tapi relative
pendek
|
Panjang
|
Diameter sagittalis
posterior
|
Adekuat
|
Sangat pendek dan
tidak adekuat
|
Sangat panjang
|
Sangat pendek
|
Diameter sagittalis
anterior
|
Adekuat
|
Panjang
|
Panjang
|
Pendek
|
Segmen posterior
|
Lebar, dalam, luas
|
Dalam; promontorium
menonjol sehingga mengurangi kapasitas PAP
|
Dalam
|
Dangkal
|
Segmen anterior
|
Lengkung depan cukup
|
Sempit; bersudut
runcing
|
Dalam
|
Dangkal
|
Sumber pustaka: Oxorn, (2010)

Gb. Pintu Atas Panggul (Klasikasi Caldwell dan Molloy)
Sumber: Oxorn, Harry., Forte,
William R. 2010. Ilmu Kebidanan: PAtologi dan Fisiologi Persalinan. Yogyakarta:
ANDI; Yayasan Essentia Medica. (Hakimi, Mohammad. Ed)
Struktur
Panggul
Pelvis
mayor (false pelvis) terletak di
sebelah atas pelvis minor (true pelvis),
superior dari linea terminalis. Fungsi obstetriknya hanyalah untuk menyangga
uterus yang membesar pada kehamilan. Batas-batasnya adalah:
a. Posterior:
vertebrae lumbales
b. Lateral:
fossae iliacae
c. Anterior:
dinding perut
Pelvis
minor terletak dibawah linea terminalis (pelvic brim) dan merupakan saluran
tulang yang harus dilalui janin. Ia dapat dibagi menjadi tiga bagian: (1)
aditus pelvis (pintu atas panggul), (2) cavum pelvis, dan (3) exitus pelvis
(pintu bawah panggul).
Pintu
Atas panggul (PAP) dibatasi oleh:
a. Anterior:
crista dan spina pubica
b. Lateral:
linea iliopectinea pada os coxae
c. Posterior:
tepi anterior ala ossis sacri dan promontorium
Cavum
pelvis berupa saluran melengkung
a. Dinding
depannya lurus dan dangkal. Os pubis panjangnya 5 cm
b. Dinding
belakang cekung dan dalam. Panjang os sacrum 10-15 cm
c. Os
ischium dan sebagian corpus ossis ilii terdapat di sebelah lateral
Pintu
bawah panggul (PBP) berbentuk jajaran genjang. Batas-batasnya adalah:
a. Anterior:
lig. Arcuatum dan arcus pubis
b. Lateral:
tuber ischiadicum dan lig. sacrotuberosum
c. Posterior:
ujung os sacrum
Inclination
pelvis diperiksa pada wanita dengan sikap berdiri tegak. Bidang PAP membuat
sudut lebih kurang 60ᵒ dengan bidang horizontal. Spina iliaca anterior superior
terlatak pada satu bidang vertical yang sama dengan spina pubica.
Sumbu
jalan lahir adalah jalan yang ditempuh oleh bagian terendah janin waktu
melewati panggul. Mula-mula sumbu ini jalan ke bawah-belakang sampai setinggi
spina ischiadica yang merupakan tempat perlekatan otot-otot dasar panggul. Di
sini arahnya berubah menjadi ke bawah-depan.


Bidang-bidang
panggul adalah bidang-bidang datar imajiner yang melintang terhadap panggul
pada tempat-tempat yang berbeda. Bidang-bidang ini digunakan untuk menjelaskan
proses persalinan. Yang penting di antaranya adalah:
a. Bidang
pada aditus pelvis yang juga disebut pintu atas panggul (PAP)
b. Cavum
pelvis mempunyai banyak bidang, dua di antaranya adalah bidang dengan ukuran
terbesar dan terkecil
c. Bidang
pada exitus pelvis yang juga disebut pintu bawah panggul (PBP)

Gb.
Bidang-bidang Panggul
Diameter
adalah jarak antara dua buah titik tertentu. Yang penting di antaranya adalah:
a. Diameter
anteroposterior
b. Diameter
transversa
c. Diameter
oblique sinistra: diameter oblique kanan atau kiri ditentukan oleh ujung
posteriornya.
d. Diameter
oblique dextra
e. Diameter
sagittalis posterior: ini adalah bagian belakang diameter anteroposterior, dari
persilangan antara diameter transversa dengan anteroposterior ke ujung belakang
diameter anteroposterior.
f. Diameter
sagittalis anterior: ini adalah bagian depan diameter anteroposterior, dari
persilangan antara diameter anteroposterior ke ujung depan diameter
anteroposterior.
PINTU
ATAS PANGGUL
Bidang
Pintu Atas Panggul
Bidang
Pintu Atas Panggul dibatasi oleh:
a. Anterior:
margo posterior superior symphysis pubis
b. Lateral:
linea iliopectinae
c. Posterior:
promontorium dan ala ossis sacri
Diameter-diameter
Pintu Atas Panggul adalah:
a. Diameter
anteroposterior:
1) Conjugate
anatomica adalah jarak antara pertengahan promontorium dengan pertengahan
crista pubica (permukaan atas os pubis). Ukurannya adalah 11.5 cm. Diameter ini
tidak mempunyai arti obstetric yang penting.
2) Conjugate
obstetrica adalah jarak antara pertengahan promontorium dengan margo posterior
superior symphysis pubis. Titik pada os pubis ini, yang menonjol ke belakang ke
dalam cavum pelvis, berada lebih kurang 1 cm di bawah crista pubica. Ukuran
conjugate obstetrica lebih kurang 11.0 cm. diameter ini adalah diameter
anteroposterior yang penring karena harus dilewati janin.
3) Conjugate
diagonalis adalah jarak antara angulus subpubicus dengan pertengahan
promontorium. Ukurannya 12.5 cm. diameter ini pada pasien dapat diukur secara
manual dan mempunyai arti klinis yang penring karena jika ukurannya dikurangi
1.5 cm maka akan diperoleh perkiraan ukuran conjugate obstetrica.
b. Diameter
transversa adalah jarak terbesar antara linea iliopetinae kanan-kiri dan
ukurannya 13.5 cm
c. Diameter
oblique sinistra adalah jarak antara
articulation sacroiliaca sinistra dengan eminentia iliopectiana dextra,
ukurannya lebih kurang 12.5 cm.
d. Diameter
oblique dextra adalah jarak antara articulation sacroiliaca dextra dengan
eminentia iliopectiana sinistra, ukurannya lebih kurang 12.5 cm.
e. Diameter
sagittalis posterior adalah jarak antara persilangan diameter anteroposterior
dengan diameter transversa, dengan pertengahan promontorium, ukurannya lebih
kurang 4.5 cm
CAVUM
PELVIS
Bidang
dengan Ukuran terbesar
Merupakan
bagian yang luas dan bentuknya hamper seperti lingkaran. Arti obstetrikny
akecil. Batas-batasnya adalah:
a. Anterior:
titik tengah permukaan belakang os pubis
b. Lateral:
sepertiga bagian atas dan tengah foramen obturatorium
c. Posterior:
hubungan antara vertebra sacralis kedua dan ketiga
Diameter-diameter
penting:
a. Diameter
anteroposterior adalah jarak antara titik-tengah permukaan belakang os pubis
dengan hubungan antara vertebra secralis sekdua dan ketiga, panjangnya 12.75 cm
b. Diameter
transversa adalah jarak terbesar tepi lateral kanan-kiri bidang tersebut,
pangnya 12.5 cm

Gb. Pintu Atas Panggul
Bidang
dengan ukuran terkecil
Adalah
bidang terpenting dalam panggul. Ruangnya paling sempit, dan di sinilah paling
sering terjadi macetnya persalinan. Bidang ini terbentang dari apex arcus
subpubicus, melalui spina ischiadica ke sacrum, biasanya dekat atau pada
hubungan antara vertebra sacralis keempat dan kelima. Batas-batasnya dari depan
ke belakang adalah:
1. Tepi
bawah symphysis pubis
2. Garis
putih pada fascia yang menutupi foramen obturatorium
3. Spina
ischiadica
4. Lig.
Sacrospinosum
Diameter-diameter
yang penting:
a. Diameter
anteroposterior, dari tepi bawah symphysis pubis ke hubungan antara vertebra
sacralis keempat dan kelima, berukuran 12.0 cm
b. Diameter
transversa, antara spina ischiadica kanan-kiri, berukuran 10.5 cm
c. Diameter
sagittalis posterior, dari distansia interspinarum ke hubungan antara vertebra
sacralis keempat dan kelima, berukuran 4.5 sampai 5.0 cm

Gb. Cavum Pelvis,
Bidang dengan ukuran terkecil
PINTU
BAWAH PANGGUL
Pintu
bawah panggul dibentuk oleh dua buah segi-tiga yang mempunyai basis tbersama
dan merupakan bagian terbawah, yakni distantia intertuberosum.
Segi-tiga
depan mempunyai batas-batas:
a. Basisnya
adalah distantia intertuberosum
b. Apexnya
adalah angulus subpubicus
c. Sisi-sisinya
adalah ramus ossis pubis dan tuber ischiadicum
Segi-tiga
belakang batas-batasnya dalah:
a. Basisnya
adalah distantia intertuberosum
b. Apexnya
adalah articulation sacrococcygealis
c. Sisi-sisinya
adalah lig. Sacrotuberosum
Diameter-diameter
pintu bawah panggul:
a. Diameter
anteroposterior anatomis, dari margo inferior symphysis pubis ke ujung os
coccygis. Ukurannya lebih kurang 9.5 cm. diameter anteroposterior aobtetris,
dari margo inferior symphysis pubis ke articulation sacrococcygealis. Ukurannya
11.5 cm. oleh karena mobilitas articulation sacrococcygealis, os coccygis
terdorong ke belakang oleh bagian terendah janin sehingga menambah besar
ruangan.
b. Diameter
transversa adalah jarak antara permukaan dalam tuber ischiadicum kanan-kiri dan
berukuran lebih kurang 11.0 cm
c. Diameter
sagittalis posterior, dari pertengahan diameter transversa ke articumatio
sacrococcygealis, berukuran 9.0 cm
d. Diameter
sagiitalis anterior, dari pertengahan diameter transversa ke angulus
subpubicus, berukuran 6.0 cm
UKURAN-UKURAN
PENTING
a. Canjugata obstetrica pada PAP
b. Distantia
interspinarum
c. Angulus
subpubicus dan distantia intertuberosum
d. Diameter
sagittalis posterior ketiga bidang
e. Lengkungan
dan panjang sacrum

Gb. Pintu Bawah Panggul
2. Power
(Tenaga)
Ini
mengacu pada frekuensi, durasi, dan kekuatan kontraksi uterus untuk menyebabkan
pendataran dan dilatasi serviks komplet.
Power
utama pada persalinan adalah tenaga atau kekuatan yang dihasilkan oleh
kontraski dan retraksi otot-otot rahim.
HIS
His
adalah gerakan memendek dan menebal otot-otot rahim yang terjadi untuk
sementara waktu. Kontrakasi ini terjadi di luar sadar (involunter), di bawah
pengendalian system saraf simpatik dan secara tidak langsung mungkin
dipengaruhi oleh system endokrin. Kontraksi uterus yang kuat, seperti pada
bagian akhir kala satu persalinan, member tekanan intrauterine sebesar 45 mmHg.

Gb.
Retraksi yang menimbulkan pemendekan dan penebalan otot rahim secara progresif
Sumber:
Farrer, Helen. 2001. Keperawatan Maternitas Edisi 2. Jakarta: EGC
Retraksi
Retraksi
adalah pemendekan otot-otot rahim yang menetap setelah terjadinya kontraksi.
Serabut otot tidak mengadakan relaksasi penuh pada akhir kontraksi, tetapi akan
mempertahankan sebagian gerakan memendek dan menebal tersebut. Retraksi
merupakan sifat istimewa yang dimiliki oleh otot rahim.
Sebagai
akibat dari retraksi, segmen atas didnding uterus secara berangsur-angsur
menjadi lebih pendek serta lebih tebal dan kavum uteri menjadi lebih kecil.
Sementara itu, otot-otot segmen atas yang mengadakan kontraksi dan retraksi
menyebabkan serabut—serabut segmen bawah yang memiliki fungsi khusus serta
serviks tertarik ke atas dank e luar sehingga terjadi penipisan atau effacement
serta dilatasi serviks.
His
palsu merupakan peningkatan kekuatan his saat hamil yang disebut kontraksi
Barxton Hicks tanpa rasa sakit dan tanpa menimbulkan perubahan, serta
berlangsung singkat di seluruh rahim. His ini akan menghilang bila ibu
istirahat, dan terjadi sebelum kehamilan mencapai cukup bulan. His persalinan
mempunyai tanda dominan di daerah fundus rahim, terasa sakit, intervalnya makin
pendek dan kekuatannya makin meningkat, juga menimbulkan perubahan dengan
mendorong janin menuju jalan lahir, menimbulkan pembukaan mulut rahim, member
tanda persalinan (pengeluaran lender, pengeluaran lender bercampur darah,
pengeluaran air [selaput janin pecah]) .

Gb.
Tekanan dalam rahim pada waktu his
Sumber: Manuaba, Ida Ayu
Chandranita., dkk. 2009. Memahami kesehatan reproduksi wanita edisi 2. Jakarta:
EGC
TENAGA SEKUNDER
– ‘mengejan’
Tenaga
kedua (otot-otot perut dan diafragma) digunakan dalam kala dua persalinan.
Tenaga ini dipakai untuk mendorong bayi keluar dan merupakan kekuatan ekspulsi
yang dihasilkan oleh otot-otot volunteer ibu.
Diafragma
dibuat kaku oleh dada yang diisi udara dan glottis yang ditutup untuk menahan
tekanan rongga dada. Otot-otot dinding abdomen dipertahankan dengan kuat. Kedua
keadaan ini akan melipatgandakan tekanan pada jnain dang mengurangi ruangan di
dalam rongga abdomen sehingga janin terdorong ke bawah ke bagian yang
tahanannya paling rendah dan akhirnya ke lintasan keluar melalui pelvis ke
vagina.
Mengejan
memberikan kekuatan yang sangat membantu dalam mengatasi resistensi otot-otot
dasar panggul. Meskipun mengejan melibatkan otot-otot volunter, gerakan ini
menjadi involunter kalau tekanan kepala janin pada dasar panggul menjadi sangat
kuat (sama seperti rectum yang penuh akan menimbulkan dorongan ekspulsi untuk
membuka usus). Kadang-kadang pada saat ‘crowning’, sebiknya mengejan
dikendalikan dan digantikan dengan ‘bernapas terngah-tengah’ (mulut dan glottis
dibuka sementara otot-otot abdomen dibiarkan lemas)
3. Passanger
Ini
mengacu pada janin dan kemampuannya untuk bergerak melalui jalan lahir, yang
berdasarkan factor berikut ini:
a.
Ukuran
kepala janin dan kemampuan kepala untuk moulase dalam jalan lahir
b.
Presentasi
janin-bagian janin yang masuk pertama kali dalam panggul ibu (misalnya, sefalik
[vertex, wajah,dahi]; bokong [frank, single atai double footling, complete];
atau bahu [letak lintang].
c.
Sikap
janin-hubungan antara bagian-bagian janin satu sama lain.
d.
Posisi
janin-hubungan dari titik patokan tertentu dari bagian terendah janin dan
panggul ibu, dijelaskan dengan serangkaian tiga huruf (misalnya, samping pelvis
ibu [L, kiri; R, kanan; T, transversal], bagian terendah [O, oksiput; S,
sacrum; Sc, scapula; M, mentum], dan bagian panggul ibu [ A, anterior; P,
posterior;
Ukuran
Kepala Janin
Karena
ukuran dan sifatnya yang relative kaku, kepala janin sangat memperngaruhi
proses persalinan. Tengkorak janin terdiri dari dua tulang parietal, dua tulang
temporal, satu tulang frontal, dan satu tulang oksipital. Tulang-tulang ini
disatukan oleh sutura membranosa: sagittalis, lambdoidalis, koronalis, dan
frontalis. Rongga yang berisi membrane ini disebut fontanel, terletak di tempat
pertemuan sutura tersebut. Dalam persalinan, setelah selaput ketuban pecah,
pada periksa dalam fontanel dan sutura dipalpasi untuk menentukan presentasi,
posisi, dan sikap janin. Pengkajian ukuran janin member informasi usia dan kesejakteraan
bayi baru lahir.
Dua
fontanel yang paling penting ialah fontanel anterior dan posterior. Fontanel
yang lebih besar, yakni fontanel anterior, berbentuk seperti intan dan terletak
pada pertemuan sutura sagitalis, koronalis dan frontalis. Fontanel ini menutup
pada usia 18 bulan, fontanel posterior terletak di pertemuan sutura dua tulang
parietal dan satu tulang oksipital dan berbentuk segitiga. Fontanel ini menutup
pada usia 6 sampai 8 minggu.
A
B
C
Gb.
1.1 Kepala Janin pada Aterm. A. Tulang, B dan C, Sutura dan Fotanel
Sumber:
Oxorn, Harry., Forte, William R. 2010. Ilmu Kebidanan: PAtologi dan Fisiologi
Persalinan. Yogyakarta: ANDI; Yayasan Essentia Medica. (Hakimi, Mohammad. Ed)
Sutura
dan fontanel membuat tengkorak fleksibel, sehingga dapat menyesuaikan diri
terhadap otak bayi, yang beberapa lama setelah lahir terus bertumbuh. Akan
tetapi, karena belum menyatu dengan kuat, tulang-tulang ini dapat saling
tumpang tindih. Hal ini disebut moulage, struktur kepala yang terbentuk selama
persalinan. Moulage dapat berlangsung
berlebihan, tetapi pada kebanyakan bayi, kepala akan mendapatkan bentuk
normalnya dalam tiga hari setelah lahir.
Kemampuan tulang untuk saling menggeser memungkinkannya beradaptasi
terhadap berbagai diameter panggul ibu.
Meskipun
ukuran bahu janin dapat mempengaruhi proses kelahirannya, namun posisi bahu
relative mudah berubah selama persalinan, sehingga posisi bahu yang satu dapat
lebih rendah daripada yang lain. Hal ini membuat diameter bahu yang lebih kecil
dapat melalui jalan lahir. Lingkar paha janin biasanya sempit, sehingga tidak
menimbulkan masalah.
Presentasi
Janin
Presentasi
janin adalah bagian janin yang pertama kali memasuki pintu atas panggul daan
terus melalui jalan lahir saat persalinan mencapai aterm. Tiga presentasi janin
yang utama ialah kepala (kepala lebih dahulu), 96%; sungsang (bokong lebih
dahulu), 3%; dan bahu, 1%. Bagian presentasi ialah bagian tubuh janin yang
pertama kali teraba oleh jari pemeriksa saat melakukan periksa dalam. Factor-faktor
yang menetukan bagian presentasi ialah letak janin, sikap janin, dan ekstensi
atau fleksi kepala janin.
Letak
Janin
Letak
adalah hubungan antara sumbu panjang (punggung) janin terhadap sumbu panjang
(punggung ibu). Ada dua macam letak: (1) memanjang atau vertical, di mana sumbu
panjang janin parallel dengan sumbu panjang ibu; dan (2) melintang tau
horizontal, di mana sumbu panjang janin membentuk sudut terhadap sumbu panjang
ibu. Letak memanjang dapat berupa presentasi kepala atau presentasi sacrum (sungsang).
Presentasi ini tergantung pada struktur janin yang pertama kali memasuki
panggul ibu.
Sikap
Janin
Sikap
ialah hubungan bagian tubuh janin yang satu dengan yang lain. Janin mempunyai
postur yang khas (sikap) saat berada di dalam rahim. Hal ini sebagian merupakan
akibat pola pertumbuhan janin dan sebagian akibat penyesuaian janin terhadap
bentuk rongga rahim. Pada kondisi normal punggung janin sangat fleksi, kepala
fleksi kea rah dada, dan paha fleksi kea rah sendi lutut. Sikap ini disebut
fleksi umum. Tangan disilangkan di depan toraks dan tali pusat terletak di
antara lengan dan tungkai.
Penyimpangan
sikap normal dapat menimbulkan kesulitan pada saat anak dilahirkan. Misalnya,
pada presentasi kepala, kepala janin dapat berada dalam sikap ekstensi atau
fleksi yang menyebabkan diameter kepala berada dalam posisi yang tidak
menguntungkan terhadap batas-batas panggul ibu.
Diameter
biaprietal ialah diameter lintang terbesar kepala janin. Dari semua diameter
anteroposterior yang tampak pada gambar, terlihat bahwa sikap ekstensi atau
fleksi memungkinkan bagian presentasi dengan berbagai ukuran diameter memasuki
panggul ibu. Kepala yang berada dalam sikap fleksi sempurna memungkinkan
diameter suboksipitobregmatika (diameter terkecil) memasuki panggung sejati
dengan mudah.
Posisi
Janin
Presentasi
atau bagian presentasi menunjukkan bagian janin yang menempati pintu atas
panggul. Pada presentasi kepala, bagian yang menjadi presentasi biasanya
oksiput; pada presentasi bokong yang menjadi presentasi sacrum; pada letak
lintang, yang menjadi bagian presentasi scapula bahu. Apabila yang menjadi
bagian presentasi oksiput, presentasinya adalah puncak kepala.
Posisi
adalah hubungan antara bagian presentasi (oksiput, sacrum, mentum [dagu],
sinsiput [puncak kepala yang defleksi/menengadah], terhadap empat kuadran
panggul ibu. Posisi dinyatakan dengan singkatan yang terdiri dari huruf pertama
masing-masing kata kunci. Contohnya: posisi oksipito-anterior kanan ditulis
dengan OAKa; oksipitotransversa kanan disingkat dengan OTKa.
Engagement
menunjukkan bahwa diameter transversa terbesar bagian presentasi telah memasuki
pintu atas panggul atau panggul sejati. Pada presentasi kepala fleksi dengan
benar., diameter biparietal (9.25 cm) merupakan diameter terlebar.
Engagement
dapat diketahui melalui pemeriksaan abdomen atau pemeriksaan dalam.
Stasiun
adalah hubungan antara bagian presentasi janin dengan garis imajiner (bayangan)
yang ditarik dari spina iskiadika ibu. Stasiun dinyatakan dalam sentimeter,
yakni di atas atau di bawah spina. Contohnya, jika bagian presentasi berada 1 cm di atas spina, maka
stasiun bagian presentasi tersebut adalah -1. Apabila bagian presentasi
setinggi spina, maka stasiunnya adalah 0.
Akan
tetapi, jika bagian presentasi 1 cm di bawah spina, maka stasiunnya adalah +1.
Kelahiran akan segara berlangsung jika bagian presentasi adalah +4 sampai +5.
Untuk mendapatkan dokumntasi laju penurunan janin yang akurat selama
persalinan, maka stasiun bagian presentasi tersebut harus ditentukan saat
persalinan dimulai.
Rujukan
1.
Oxorn, Harry., Forte, William R. 2010.
Ilmu Kebidanan: PAtologi dan Fisiologi Persalinan. Yogyakarta: ANDI; Yayasan
Essentia Medica. (Hakimi, Mohammad. Ed)
2. Manuaba,
Ida Ayu Chandranita., dkk. 2009. Memahami kesehatan reproduksi wanita edisi 2.
Jakarta: EGC
3. Farrer,
Helen. 2001. Keperawatan Maternitas Edisi 2. Jakarta: EGC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar